Bongkar Kejahatan Ferdy Sambo Skenariokan Kasus Brigadir J, Eks Kasat Reskrim Polres Jaksel: Saya Juga Korban Prank!

"Ini kan saya juga datang, saya korban juga, saya di-prank juga."

Indian
Senin, 21 November 2022 | 15:45 WIB
Bongkar Kejahatan Ferdy Sambo Skenariokan Kasus Brigadir J, Eks Kasat Reskrim Polres Jaksel: Saya Juga Korban Prank!
Bongkar Kejahatan Ferdy Sambo Skenariokan Kasus Brigadir J, Eks Kasat Reskrim Polres Jaksel: Saya Juga Korban Prank!

AKBP Ridwan Soplanit mengaku turut dikibuli oleh Ferdy Sambo yang menyebarkan skenario palsu atas kematian Brigadir J atau Yosua. Eks Kasat Reskrim Polres Metro Jakarta Selatan mengadu di depan hakim jika dirinya ikut terkena prank yang telah diskenariokan Ferdy Sambo. 

Pengakuan itu disampaikan Ridwan saat bersaksi di sidang lanjutan kasus Brigadir J dengan tiga terdakwa; Bharada E, Bripka Rizal dan Kuat Maruf yang digelar di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, hari ini. 

"Ini kan saya juga datang, saya korban juga, saya di-prank juga," kata Ridwan seperti dikutip dari Suara.com, Senin (21/11).

Agar bisa dipercaya oleh hakim, Ridwan pun berjanji akan membongkar hal-hal yang diketahuinya seputar drama tewasnya Brigadir J. Ridwan mengaku saat itu tidak dapat berpikir jernih sewaktu mendatangi Rumah Duren Tiga.

Baca Juga:Timnas Indonesia Resmi Daftarkan 65 Pemain untuk Piala AFF 2022

"Saya bilang dari awal persidangan ini saya sudah bilang karena saya anggap ini etika persidangan, saya menceritakan bukan meyakinkan hakim tapi saya sebagai saksi mewakili institusi menceritakan fakta," ungkap Ridwan.

"Karena saya di dalam, waktu terlalu cepat untuk saya bisa terkecuali saya mengetahui peristiwa dan saya mulai dari awal," sambungnya. 

Ridwan juga mengaku sama sekali tidak mengetahui apa yang terjadi pada waktu itu sewaktu diminta datang di Rumah Duren Tiga.

"Jadi saya lewat Pak saya tidak tahu cerita komposisi itu cerita saya enggak ngerti siapa melakukan apa dan lagi apa," kata dia.

Kesulitan Olah TKP karena Digerocoki Propam

Baca Juga:Presiden Jokowi Beri Pesan untuk Para Elit Politik: Jangan Sampai Panas

Ridwan Soplanit sebelumnya mengaku kesulitan saat melakukan olah tempat kejadian perkara di Rumah Duren Tiga saat Brigadir Yosua dibunuh pada 8 Juli 2022.

Ihwalnya, Majelis hakim menanyakan apa alasan Soplanit dimutasi menjadi Yanma seusai menangani kasus kematian Yosua di Duren Tiga. Soplanit mengaku dirinya dianggap tidak profesional dalam proses penanganan kasus tersebut.

"Dianggap kurang profesional, kurang maksimal," ujar Soplanit kepada Majelis Hakim.

Majelis Hakim kemudian mencecar mengenai maksud di balik kurang profesionalnya Soplanit dalam penanganan kasus kematian Yosua. Saat itu, Soplanit menyebut pihaknya sangat kesulitan karena semua alat bukti dan saksi kunci terkait kasus tersebut diambil alih oleh Propam Mabes Polri.

"Gimana kira-kira kurang maksimalnya?" Hakim bertanya kembali.

"Dapat kami jelaskan yang mulia, pengananan itu memang mulai dari pengambilan barang bukti dan saksi kunci saat itu bukan di bawah penanganan kami," sebut Soplanit.

"Diambil oleh Propam sehingga dari situ kami mengalami beberapa kesulitan untuk melakukan investigasi yang mulia," imbuhnya.

Soplanit menambahkan, anggota Propam begitu campur tangan dalam mengurusi olah TKP di Rumah Duren Tiga.

"Karena ada campur tangan Propam?" tanya Hakim.

"Betul. Yang saat itu ada di TKP," jelas Ridwan. (Sumber: Suara.com)

Happening

Terkini

Berdasar narasi dalam foto korban yag dikutip Suara.com, Kamis (25/11), korban disebut ditabrak oleh terduga pelaku dengan menggunakan mobil Mitsubishi Pajero.

Happening | 15:36 WIB

Aku sukanya di atas, aku gak bisa keluar kalau di bawah jarang, kata Pinkan Mambo.

Gaul | 21:08 WIB

"Aku malah suka ngambek kalau dia nonton sembunyi-sembunyi, tanpa sepengetahuanku."

Gaul | 19:11 WIB

"Berdasarkan keterangan kedokteran forensik kami menemukan feses dan ini kami harus teliti di laboratorium..."

Happening | 14:16 WIB

Berdasar narasi video itu, disebutkan jika Joe Biden ogah pergi dari Indonesia setelah menghadiri KTT G20 yang digelar di Bali.

Happening | 11:20 WIB

Saat hendak diamankan, wanita itu sempat melipat poster bertuliskan "Dijual Ginjal".

Happening | 21:39 WIB

Terdengar isak tangis dari sejumlah orang saat melihat penyelamatan anak yang berlangsung dramatis itu.

Happening | 21:22 WIB

Pada video lain, terlihat seorang perawat lalu memberikan pertolongan kepada kucing malang itu.

Happening | 20:47 WIB

Video menunjukkan S tengah berbusana seksi dan merekam dirinya sendiri sambil memperlihatkan bagian belahan dada.

Metropolitan | 11:17 WIB

Meskipun terdapat peraturan yang berubah, namun tidak ada perubahan terhadap Harga Air Baku.

Metropolitan | 19:00 WIB

Meskipun terdapat peraturan yang berubah, namun tidak ada perubahan terhadap Harga Air Baku.

Metropolitan | 17:00 WIB

"Disuruh istri, Ganti gaya rambut mulai bulan depan," tulis Ridwan Kamil.

Metropolitan | 14:57 WIB

Meskipun terdapat peraturan yang berubah, namun tidak ada perubahan terhadap Harga Air Baku.

Metropolitan | 14:30 WIB

Selain punya 50 perusahaan, Pinkan Mambo juga mengaku mengeluarkan uang ratusan juta rupiah untuk biaya operasi plastik sang anak.

Gosip | 10:58 WIB

Emak-emak nyinyir yang menghina Dewi Perssik dan ibunda sang artis sudah bertemu di Mapolres Metro Jakarta Selatan.

Gosip | 10:55 WIB

Pandai bersilat lidah, jutek, dan keras kepala memang jadi persona Kukuh Adi selama ini.

Gosip | 10:36 WIB

Angbeen Rishi tidak menjalin komunikasi dengan sang ibunda.

Gosip | 10:27 WIB
Tampilkan lebih banyak