Kasus Brigadir J Diacak-acak hingga Kena Mutasi, Geng Sambo Biang Keroknya, Eks Kasat Polres Jaksel Kena Apesnya

"Betul, yang saat itu ada di TKP," jujur Ridwan.

Indian
Senin, 21 November 2022 | 18:13 WIB
Kasus Brigadir J Diacak-acak hingga Kena Mutasi, Geng Sambo Biang Keroknya, Eks Kasat Polres Jaksel Kena Apesnya
Kasus Brigadir J Diacak-acak hingga Kena Mutasi, Geng Sambo Biang Keroknya, Eks Kasat Polres Jaksel Kena Apesnya

Eks Kasat Reskrim Polres Jaksel AKBP Ridwan Soplanit mengaku diintervensi eks anak buah Ferdy Sambo dari Propram Polri saat menangani kasus pembunuhan berencana Brigadir J alias Nofriansyah Yosua Hutabarat. Bahkan, Ridwan dicopot dari jabatannya gegara dianggap tak becus setelah digerocoki anak buah Ferdy Sambo. 

Pernyataan itu disampaikan Ridwan saat menjadi saksi dalam sidang kasus Brigadir J yang digelar di PN Jakarta Selatan, hari ini. Dalam sidang, AKBP Ridwan awalnya menyebut jika Divisi Propam Polri yang ikut campur dalam penanganan kasus itu membuat dirinya dimutasi. Dia pun mengungkap bentuk intervensi geng Ferdy Sambo dari Propam Polri mulai dari penyitaan barang bukti hingga pemeriksaan saksi-saksi.

Dikutip Suara.com, Senin (21/11), pengakuan itu disampaikan Ridwan setelah dicecar hakim soal alasannya dipindahtugaskan ke Yanma Polri.

"Karena apa dipindahkan?" tanya hakim anggota di sidang. 

Baca Juga:5 Tips Diet Sehat Alami yang Mudah Dilakukan, Anti Ribet!

"Terkait dengan penanganan kasus," jawab Ridwan yang hadir sebagai saksi.

"Kaitannya? Ada karena kamu tidak sanggup menangani atau diduga?

"Dianggap kurang profesional, kurang maksimal," ucap Ridwan.

"Bagaimana kira-kira?" tanya hakim.

"Dapat kami jelaskan yang mulia, penanganan itu memang mulai dari pengambilan barang bukti dan saksi kunci. Saat itu bukan di bawah penanganan kami, diambil oleh Propam sehingga dari situ kami mengalami beberapa kesulitan untuk melakukan inves yang mulia," jawab Ridwan.

Baca Juga:46 Orang Meninggal Dunia Akibat Gempa M 5,6 Cianjur, 100 Orang Luka-luka

"Karena ada Propam makanya kesulitan?" lanjut hakim.

"Ya, jadi saat itu untuk olah TKP, investigasi awal, untuk kami melakukan pemeriksaan saksi," papar Ridwan.

"Karena ada campur tangan Propam?" tanya hakim.

"Betul, yang saat itu ada di TKP," jujur Ridwan.

Pertama Kali Diintervensi

Selama berkarir di Korps Bhayangkara, Ridwan mengaku tidak pernah mendapatkan intervensi dalam hal penanganan kasus. Tapi, dalam kasus penembakan yang menwaskan Yosua,dia mengaku diintervensi, salah satunya dari Ferdy Sambo.

"Kalau kamu lazimnya, ini dari pengalaman, kamu selama bertugas di polisi di Reserse, selama tugas jadi polisi, ada tidak saat kamu menolak? ada intervensi?" tanya hakim.

"Tidak pernah," ucap Ridwan.

"Baru kali ini ada intervensi?" lanjut hakim.

"Iya," beber Ridwan.

Pesan Sambo

Dengan tegas, Ferdy Sambo meminta Ridwan agar kasus penembakan yang menewaskan Yosua tidak tersebar ke mana-mana. Hal itu dikatakan Sambo kepada Ridwan pada 8 Juli 2022 di rumah dinas Komplek Polri Duren Tiga, Jakarta Selatan.

Kala itu, Ridwan masih menerima informasi bahwa telah terjadi pelecehan seksual terhadap Putri Candrawathi, istri Ferdy Sambo. Saat hendak meninggalkan lokasi, pesan tersebut disampaikan dengan sangat tegas kepada Ridwan.

"Pak FS sempat sampaikan bahwa 'ini kamu untuk kejadian ini jangan ramai-ramai. Jangan dulu ngomong kemana-mana, karena ini terkait dengan aib keluarga, masalah pelecehan istri saya.' Itu yang sempat ditekankan ke saya dengan nada yang sangat tegas yang mulai," kata Ridwan.

Ridwan mengatakan, konteks yang disampaikan Ferdy Sambo agar peristiwa tersebut tidak diketahui pihak lain. Misalnya ke Kapolres Metro Jakarta Selatan atau jajaran lainnya.

"Saat itu bagi saya maksudnya jangan sampaikan hal tersebut di luar dari garis komando masalahnya ke Kapolres atau ke mana," beber Ridwan.

Dalam sidang hari ini, ada tiga terdakwa yang menjalani persidangan. Mereka adalah Ricky Rizal, Kuat Maruf, dan Bharada E atau Richard Eliezer.

Dalam perkara ini, Richard, Kuat, dan Ricky didakwa melanggar Pasal 340 subsidair Pasal 338 KUHP juncto Pasal 55 ayat 1 ke (1) KUHP dengan ancaman maksimal hukuman mati.

Happening

Terkini

Dalam video tersebut Brigadir J diduga memiliki dua rekening atas nama Brigadir Yosua Hutabarat masing-masing sebesar Rp200 juta dan Rp100 triliun.

Happening | 16:09 WIB

Berdasar narasi dalam foto korban yag dikutip Suara.com, Kamis (25/11), korban disebut ditabrak oleh terduga pelaku dengan menggunakan mobil Mitsubishi Pajero.

Happening | 15:36 WIB

Aku sukanya di atas, aku gak bisa keluar kalau di bawah jarang, kata Pinkan Mambo.

Gaul | 21:08 WIB

"Aku malah suka ngambek kalau dia nonton sembunyi-sembunyi, tanpa sepengetahuanku."

Gaul | 19:11 WIB

"Berdasarkan keterangan kedokteran forensik kami menemukan feses dan ini kami harus teliti di laboratorium..."

Happening | 14:16 WIB

Berdasar narasi video itu, disebutkan jika Joe Biden ogah pergi dari Indonesia setelah menghadiri KTT G20 yang digelar di Bali.

Happening | 11:20 WIB

Saat hendak diamankan, wanita itu sempat melipat poster bertuliskan "Dijual Ginjal".

Happening | 21:39 WIB

Terdengar isak tangis dari sejumlah orang saat melihat penyelamatan anak yang berlangsung dramatis itu.

Happening | 21:22 WIB

Video menunjukkan S tengah berbusana seksi dan merekam dirinya sendiri sambil memperlihatkan bagian belahan dada.

Metropolitan | 11:17 WIB

Meskipun terdapat peraturan yang berubah, namun tidak ada perubahan terhadap Harga Air Baku.

Metropolitan | 19:00 WIB

Meskipun terdapat peraturan yang berubah, namun tidak ada perubahan terhadap Harga Air Baku.

Metropolitan | 17:00 WIB

"Disuruh istri, Ganti gaya rambut mulai bulan depan," tulis Ridwan Kamil.

Metropolitan | 14:57 WIB

Meskipun terdapat peraturan yang berubah, namun tidak ada perubahan terhadap Harga Air Baku.

Metropolitan | 14:30 WIB

"Karena dia nggak dicekal," kata Nia Ramadhani.

Gosip | 11:21 WIB

Selain punya 50 perusahaan, Pinkan Mambo juga mengaku mengeluarkan uang ratusan juta rupiah untuk biaya operasi plastik sang anak.

Gosip | 10:58 WIB

Emak-emak nyinyir yang menghina Dewi Perssik dan ibunda sang artis sudah bertemu di Mapolres Metro Jakarta Selatan.

Gosip | 10:55 WIB

Pandai bersilat lidah, jutek, dan keras kepala memang jadi persona Kukuh Adi selama ini.

Gosip | 10:36 WIB
Tampilkan lebih banyak